“Bu, malam tahun baru nanti, aku boleh begadang?“
Pertanyaan itulah yang diajukan Aldi beberapa waktu yang lalu kepada Ibunya.
Aku tanya balik doong. “Mas, emang begadang itu apa sih? “
“Artinya, kita boleh tidur lebih malam. Iya kan? “
Sambil tersenyum, aku menganggukkan kepala. “Emang mau ngapain mas begadang di tahun baru? “ Ujarku lagi
“Aku mau nyalain kembang api“.
“Oooh kalau mau menyalakan kembang api kan tidak harus di malam tahun baru“, sahutku.
“Iya sih, tapi kan malam tahun baru menyalakan kembang api juga tidak apa2“, jawabnya
Aku ngikik sendiri sambil membatin Iya juga siih. Duuuh anakku yang satu ini pandai kali memutar balikkan kata2
“Iya boleh deeeeh…“
“Asyiiik.. makasih ya Buuu…“
Dan hari ini aku baru teringat kalau nanti malamlah saat yang ditunggu2 Aldi. Tapi ternyata aku belum membelikan kembang api untuknya
.
Di hari lain, tiba2 Aldi menunjukkan salah satu bukunya dan tanya lagi
“Ibu masih ingat nggak kalau aku pernah minta begadang? “
“Iya, Ibu ingat. Kenapa mas? “
“Hehehe aku kan meniru yang ini niih bu.. “ (sambil menunjukkan halaman terakhir dari bukunya 365 bed time stories)
Hahahaaa....oalaaah maaas.. maaas....
Insya Allah hari ini Ibu belikan kembang api di pasar Tebet ya Maas.. mudah2an Ibu tidak lupa.
Dan rencananya malam nanti, kami akan bikin barbeque-an di halaman belakang (cieeeh halaman, kesannya luas banget padahal mah segitu2nya saja). Daging, tadi malam udah dikukus & di marin
. Terompet pun sudah ditangan. Kemarin Bu' Ti (eyang putrinya anak2) membelikan 3 terompet. Di rumah udah berisik banget trat tret trooot... Kasihan Keila terkaget-kaget. Tapi tak apalah yaa biar biasa dengar suara yang keras 
.

.
**
