Rabu, 28 Maret 2007

Mengigau

Hihihi.. tadi malam Raihan sering banget mengigau. Lucu deh.. moso' ngigonya nyanyi "burung hantu". Lengkap lagi nyanyinya dg suara parau gitu


Matahari terbenam hari mulai malam


Terdengar burung hantu suaranya merdu


kuku..kuku..kuku..kuku..kuku


kuku..kuku..kuku..kuku..kuku


Trus tidur lagi dia. Aku ama suami cuma senyam senyum aja hihihii...


Trus pas menjelang Subuh juga aku terbangun karena dia ngigo lagi. Tp kali ini enggak nyanyi lagi melainkan ngoceh gitu "Yaaa mati kaaaan... tuuuh lampunya". Kali ini yg terbangun cuma gw, sementara suami tetep pules ...zzz..zzz..zzz


Sebenernya bahaya enggak siy ngigo or nglindur itu?


Setelah kucoba cari2 di internet, nemu deh artikel sbb:


http://sleepclinicjakarta.tblog.com/post/1969885729



Mengigau, sleeptalking atau somniloquy merupakan vokalisasi saat tidur, bisa berupa kata-kata yang jelas atau bahkan sekedar gumaman. Kondisi ini bisa dipicu oleh keadaan emosional-psikologis, demam atau tidur yang terganggu.


Biasanya berlangsung pada tahap tidur ringan, atau kadang kala pada tahap mimpi (REM sleep.) Jika terjadi dalam tahap tidur mimpi, biasanya terjadi bersesuaian dengan mimpi yang mengejutkan, seperti melihat pencuri atau melihat sebuah kecelakaan. Kata-kata yang keluar bisa berkaitan erat dengan mimpi atau bahkan berlainan sama sekali, misalkan dalam mimpi meneriakkan “maling!” tetapi kata yang keluar adalah “mama!“ Si pengigau tidak ingat apa yang dikatakan atau bahkan mimpinya sendiri.


Ada sebuah gangguan tidur yang bernama REM Sleep Behavior Disorder (RBD), dimana penderitanya seringkali bermimpi harus mempertahankan diri dari serangan sehingga dalam tidur bergerak memukul, menendang dan juga mengigau. Gangguan ini banyak diderita oleh pria lanjut usia, dan biasanya diikuti dengan penyakit-penyakit syaraf degeneratif seperti parkinson. Diduga kuat RBD dapat disebabkan oleh beberapa obat psikiatris.


Diluar gangguan-gangguan tidur, mengigau sampai saat ini tidak dianggap sebagai suatu gangguan ataupun penyakit. Berkaitan dengan kepercayaan tradisional maupun supranatural, saya tidak berkompetensi untuk memberikan penjelasan.



Mengigau, sleeptalking atau somniloquy merupakan vokalisasi saat tidur, bisa berupa kata-kata yang jelas atau bahkan sekedar gumaman. Kondisi ini bisa dipicu oleh keadaan emosional-psikologis, demam atau tidur yang terganggu.


Biasanya berlangsung pada tahap tidur ringan, atau kadang kala pada tahap mimpi (REM sleep.) Jika terjadi dalam tahap tidur mimpi, biasanya terjadi bersesuaian dengan mimpi yang mengejutkan, seperti melihat pencuri atau melihat sebuah kecelakaan. Kata-kata yang keluar bisa berkaitan erat dengan mimpi atau bahkan berlainan sama sekali, misalkan dalam mimpi meneriakkan “maling!” tetapi kata yang keluar adalah “mama!“ Si pengigau tidak ingat apa yang dikatakan atau bahkan mimpinya sendiri.


Ada sebuah gangguan tidur yang bernama REM Sleep Behavior Disorder (RBD), dimana penderitanya seringkali bermimpi harus mempertahankan diri dari serangan sehingga dalam tidur bergerak memukul, menendang dan juga mengigau. Gangguan ini banyak diderita oleh pria lanjut usia, dan biasanya diikuti dengan penyakit-penyakit syaraf degeneratif seperti parkinson. Diduga kuat RBD dapat disebabkan oleh beberapa obat psikiatris.


Diluar gangguan-gangguan tidur, mengigau sampai saat ini tidak dianggap sebagai suatu gangguan ataupun penyakit. Berkaitan dengan kepercayaan tradisional maupun supranatural, saya tidak berkompetensi untuk memberikan penjelasan.

4 komentar:

  1. Mirza sering banget ngelindur lho mbak,
    yg sering diigaukan itu kata2 dia yg sering dia ucapkan di, kadang bahkan nyanyi segala..hehehe

    BalasHapus
  2. hihihiiii.. sama aja ya ternyata. Krn keasyikan maen siangnya kali yaaa

    BalasHapus
  3. Jika anak mengigau, berarti tidurnya kurang (kecapekan). Sebab mengigau terjadi pada 2 jam awal tidur, dimana hutang tidur masih tinggi.
    Salam kenal juga ya... :)

    BalasHapus
  4. waduuuh tersanjung aku dikunjungi sama pak dokter :-)
    salam kenal yaaa

    BalasHapus