Rabu, 11 Juni 2008

[info] Emut Permen Happy V 5 Murid TK Teler

Selasa, 10 Juni 2008 | 10:12 WIB

JAKARTA, SELASA - Lima murid Taman Kanak-kanak (TK) Sekar Bangsa, Yayasan Panti Nugraha, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, teler setelah mengemut permen bermerek Happy V, Senin (9/6) pagi.

Pihak sekolah segera membawa kelima anak itu ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Karena kondisi mereka mengkhawatirkan, pihak sekolah memutuskan memindahkan mereka ke Rumah Sakit Umum Pusat Fatrnawati. Permen itu diduga mengandung narkoba. Bahkan, dokter di RS Fatmawati menengarai permen itu sejenis pil koplo yang lazim digunakan sebagai penenang.

Kelima anak TK itu adalah Rida (6); beralamat di Jalan Tridarma 12, Cilandak Barat; Andre Faleria (6) di Jalan Kaiman Jaya 2, RT 02 RW 04, Cilandak Barat; Noval (6) di Jalan Pinang; Rushi Ilalang (6) di Jalan Kahfi 1/10, Ciganjur; dan Ardian (6).

Dari lima murid yang diduga keracunan permen "narkoba" tadi, dua di antaranya harus dibantu dengan infus. Sampai kemarin siang, kondisi Andre Faleria paling parah. Anak yang di sekolah dikenal doyan makan ini kemarin meminta lima permen yang dikira cokelat itu.

Kepala Polsektro Cilandak Kompol Makmur Simbolon memastikan pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Sisa permen yang masih dikemas disita polisi. Tim narkoba dari Polsektro Cilandak kemarin juga datang ke sekolah dan ke RSUP Fatmawati. Polisi belum memastikan permen yang bermasalah itu memiliki kandungan narkoba atau tidak.

TK Sekar Bangsa yang dipimpin Ny Ati tampak sibuk mengurus anak-anak didiknya. Karena peristiwa itu terjadi di sekolah, pihak TK Sekar Bangsa menyatakan akan bertanggung jawab. Para guru mendampingi para korban sejak anak-anak itu ditemukan mabuk sampai ke rumah sakit. Salah seorang guru, Yana, menyatakan, dia melihat anak-anak yang mengemut permen itu berjalan sempoyongan. Bahkan ada murid yang sampai berkali-kali menabrak pintu. Para guru segera bertindak menyelamatkan siswanya.

Menurut keterangan, permen itu dibawa murid bernama Rida yang dibekali dari rumah oleh Sri (27), ibunya. Ibu rumah tangga itu mendapatkan barang tersebut dari suaminya yang baru pulang dari luar kota. Sri mengira permen itu adalah cokelat. Saat istirahat di sekolah, Rida mengeluarkan bekal dan menawari kawan-kawannya. Mereka ramai-ramai menikmati cokelat oleh-oleh dari luar kota itu. Setiap anak rata-rata menghabiskan dua hingga tiga bungkus, kecuali Andre yang menghabiskan lima bungkus hingga kepalanya pusing dan berjalan terhuyung-huyung.

Murid-murid TK itu mengemut permen sekitar puku1 09.30. Setengah jam kemudian, permen dengan bungkus kertas timah berbahasa Jepang itu bereaksi. Di bungkus luar ada tulisan "Uagie" merek Happy V.

Polsektro Cilandak, Jakarta Selatan, masih melakukan pengusutan dengan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan. (Warta Kota/yos)

Berita dari sini.

Duuuuuh miris banget baca berita ini. Gimana nasib anak2 yang tidak terkontrol jajanan di sekolahannya ya? Yuuk para ortu, sebaiknya anak sekolah dikasih bekal dari rumah aja dan benar2 harus ditekankan lagi ke anak2 jajanan mana yang boleh dan mana yang enggak boleh. Alhamdulillah so far sih di sekolah anak2ku gak boleh bawa uang jajan dan memang mereka alergi coklat

8 komentar:

  1. Itu aja permen ckoklatnya bekal dr rumah yaa...berarti bekal pun harus di cek dulu...hehehe

    BalasHapus
  2. tadi di tv ngeliat korban2nya kasihan banget, jadi kayak teler gitu mereka :(

    BalasHapus
  3. itu dia yg gw heran....
    tp sekali lagi untung anak2ku alergi coklat (masih untung aja dikasih alergi).. jd anak2 tau banget klo gak boleh makan coklat. Soale once makan coklat bisa batuk berhari-hari tuuuh...

    BalasHapus
  4. tuuuh kaaan... kasihan banget yaaa.... *duuuuh moga2 gak ada efek jangka panjangnya ke kesehatan anak2 itu*

    BalasHapus
  5. ortunya juga sih.... udah naro sembarangan, ga diperiksa dulu..

    BalasHapus
  6. Ka, itu kira2 si ortu emang beneran gak tau atau pura2 blo'on yaa nyimpen benda itu dirumahnya?

    BalasHapus
  7. hayoo lhoooo.. Nindhita kudu dikasih wejangan tuh Shop...

    BalasHapus